Awas, Berlebihan Konsumsi Enam Sayur Ini Justru Picu Penyakit Kronis

Ilustrasi (Youtube)
Ilustrasi (Youtube)

PACITANTIMES, MALANG – Sayuran mengandung berbagai sumber vitamin penting untuk asupan gizi pada tubuh kita. Namun, sebagian kandungan dalam sayuran juga bisa memicu beberapa penyakit. Terlebih saat kita mengonsumsi sayuran non-organik. Sebab, sayuran non-organik lebih banyak terkena semprotan pestisida jika dibandingkan dengan sayuran organik.

Sedikitnya ada enam  yang masuk dalam daftar sayuran paling buruk jika dikonsumsi. Alih-alih tubuh jadi sehat, enam sayuran tersebut justru bisa memicu berbagai penyakit jika dikonsumsi secara berlebihan.

Berdasarkan chanel youtube Tony69 Channel, berikut daftar 6 sayuran paling berbahaya yang berhasil dirangkum MalangTIMES.

1 . Kentang Putih
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis1fa8e255ff33a1c2a.jpg

Sayuran jenis ini memiliki tingkat pestisida yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi terus-menerus, bahayanya bisa menyerang saraf dan organ hati manusia.

Selain itu, kandungan alkaloid yang ada di dalam kentang putih bisa mengganggu otot saraf, fungsi sendi, dan pencernaan. Para pakar lebih menyarankan untuk memakan kentang manis daripada kentang putih.

2 . Jagung
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis20c15291c6517a1d7.jpg

Sebagian masyarakat di Indonesia menjadikan jagung sebagai makanan pokok bagi mereka. Namun siapa sangka, jagung ternyata juga masuk dalam jajaran sayur paling buruk jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bibit jagung yang telah mengalami modifikasi genetik membuat jagung memperkenalkan protein baru pada tubuh kita. Akibatnya, tubuh akan mengalami perubahan hormonal dan saluran pencernaan. Selain itu, jagung  makanan yang mudah membuat berat badan naik.

3 . Paprika Lonceng
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis3f9b8537a7b211b83.jpg

Di berbagai belahan negara, termasuk Amerika Utara, paprika lonceng membuat sebagian masyarakat mengalami penyakit peradangan. Hal ini juga bisa memicu berbagai penyakit. Di antaranya penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Kandungan alkaloid dan solanine yang ada dalam paprika lonceng disinyalir dapat mengganggu fungsi saraf dan persendian. Oleh karena itu, orang dengan penyakit sendi tidak disarankan untuk mengonsumsi paprika lonceng.

4 . Terong
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis4cb407949ed2fa655.jpg

Pecinta kuliner tentunya sudah tidak asing lagi akan menu terong goreng yang dipadukan dengan sambal korek. Hmmm, sensasi rasa pedas dan gurihnya terong memang sangat nikmat untuk disantap.

Namun, di balik kenikmatan tersebut, terong memiliki kandungan solanine paling tinggi dari semua sayur. Hal ini membuat orang dengan keluhan sakit sendi dianjurkan tidak mengonsumsi terong. Selain itu, kandungan oksalatnya juga harus dihindari oleh penderita penyakit batu ginjal dan gangguan kantung empedu.

5 . Bayam Non-Organik
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis51f520c76f110849a.jpg

Sejatinya, sayur bayam memiliki kandungan vitamin A dan K. Selain itu, sayur yang sering dikonsumsi tokoh Popeye dalam serial filmnya tersebut juga mengandung zat anti-kanker.

Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi bayam non-organik. Sebab, bayam non-organik memiliki kandung pestisida tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat memicu susunan hormon dan syaraf menjadi terganggu. Selain itu, bayam non-organik mengandung oksalat dan purin yang bisa menyebabkan asam urat dan batu ginjal.

6 . Mentimun
 

Awas-Berlebihan-Konsumsi-Enam-Sayur-Ini-Justru-Picu-Penyakit-Kronis6dbf8f5773e6a2613.jpg

Anda yang sangat menggemari lalapan sebaiknya kini lebih berhati-hati. Sebab, menu kuliner yang menyajikan timun sebagai pelengkap ini ternyata masuk dalam daftar sayuran yang dapat memicu penyakit.

Hal ini dikarenakan mentimun memiliki tingkat pestisida nomor dua terbanyak dari semua jenis sayuran. Kadar pestisida ini sangat merugikan kesehatan. Terutama mentimun non-organik. Sebab, selain menandung pestisida, mentimun non-organik juga mengandung lilin sintesis.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top