Warga Satu Dusun Buka Kuliner Tradisional, Pengunjungnya dari Seluruh Banyuwangi

Camat Glagah Astorik saat mengunjungi kuliner jajanan tradisional di Desa Olehsari dan situasi kuliner pada sore hari.
Camat Glagah Astorik saat mengunjungi kuliner jajanan tradisional di Desa Olehsari dan situasi kuliner pada sore hari.

PACITANTIMES, BANYUWANGI – Kuliner jajanan tradisional di Dusun Joyosari RT 03 dan 04 RW 01, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, selalu dibanjiri ratusan orang dari berbagai penjuru kota yang berjuluk Sunrise of Java ini. Sebanyak 80 pedagang warga setempat menggelar dagangan tradisional yang jenisnya beraneka ragam setiap Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam hari.

Seperti saat media ini ikut berbaur menikmati jajanan, sejak sore hari sudah ramai warga dari berbagai sudut kota memanjakan diri dan menikmati bermacam jajanan yang tersedia dan digelar di depan setiap rumah warga.

Salah satu warga bernama Horidah (50), pedagang sate jamur, ayam, usus dan  jajanan lainnya, mengaku bersyukur atas dibukanya kuliner jajanan tradisional di kampungnya.

"Alhamdulillah, sejak dibukanya kuliner jajanan tradisional pada bulan April 2018 lalu, kini menjadi manfaat bagi kami warga kecil. Terima kasih kepada Pemerintah Desa Olehsari dan Kecamatan Glagah, kami jadi punya penghasilan tambahan untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya dengan nada suka cita, Sabtu (9/3/19) sore.

Dibukanya kuliner jajanan tradisional di lingkungan RW 01 Dusun Joyosari ini tidak lepas dari prestasi kebersihan lingkungan kampung setempat yang akhirnya mendapat apresiasi Pemdes Olehsari maupun Pemerintah Kecamatan Glagah. "Karena desa ini masuk nominasi desa bersih, akhirnya Pak Astorik selaku camat Glagah memilihnya menjadi sentra kuliner masakan tradisional di sini. Dan ini membawa manfaat bagi kami warga sini," lontar Horidah lagi.

Kendati digelar seminggu sekali, para pedagang yang semuanya warga setempat mengaku senang mendapat tambahan penghasilan seminggu sekali. "Awalnya saya bekerja sebagai buruh tanam padi, namun karena sekarang banyak orang pintar tanam, penghasilan buruh tani saya menurun. Untunglah Pak Camat Astorik membuka kuliner jajanan tradisional di sini," tutur pedagang jajanan lupis, lanun yang bersebelahan dengan Horidah ini.

Camat Glagah Astorik yang tepergok media ini sedang menyambangi lokasi kuliner pada sore hari bersama sang istri menyatakan rasa bangga atas ramainya wisata kuliner hasil karya warga Olehsari asli. "Sebagai pimpinan wilayah dan salah satunya adalah Desa Olehsari, tentu saya ikut bersyukur. Tujuan digelarnya kuliner jajanan tradisional ini salah satunya adalah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan yang hasilnya agar bisa menambah untuk kebutuhan sehari hari," ujar Camat Astorik yang sebelumnya berdinas di BKD Banyuwangi ini.

Pantauan media, ratusan pengunjung yang datang di Dusun Joyosari, Desa Olehsari, tersebut tampak dari berbagai sudut kota Banyuwangi. Bahkan tanpa sengaja media ini sempat memergoki Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi sedang berbelanja aneka botok bersama kedua anaknya dan sang istri.

 

Pewarta : Hakim Said
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top