Disnaker Akui Sulit Bantu Pemulangan TKI Lumajang Yang Meninggal di Malaysia

Drs. Suharwoko M.Si Kepala Disnaker Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Drs. Suharwoko M.Si Kepala Disnaker Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

PACITANTIMES, LUMAJANG – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lumajang, Drs. Suharwoko M.Si mengakui sulit untuk memulangkan Mistiwati TKI asal Tegal Ciut Klakah yang dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. Selain terkait anggaran, Disnaker menyebut TKI asal Tegal Ciut Klakah ini berangkat secara illegal dan tidak disertai dengan dokumen yang resmi sebagai TKI.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan, kita kirimkan data-datanya. Kita sertakan surat keterangan tidak mampu dari desa setempat. Namun ternyata dari pihak Kedutaan diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan tidak memiliki dokumen yang resmi sebagai TKI. Karenanya opsinya kemudian dimakamkan di Malaysia dengan kemungkinan bantuan biaya pemakaman dari Kantor Kedutaan Indonesia di Malaysia,” kata Kepala Disnaker Lumajang Drs. Suharwoko, M.Si, pada hari ini Selasa (9/4) 

Suharwoko mengaku sudah melaporkan masalah ini kepada Bupati dan Wakil Bupati Lumajang tentang rencana bantuan pemulangan. Namun Suharwoko menyatakan adanya kesulitan termasuk didalamnya persoalan anggaran pemulangannya.

“Untuk biaya pemulangannya saja diatas Rp 20 Juta, itu tidak termasuk biaya lainnya yang harus dikeluarkan selama penerbangan saja dari Malaysia ke Indonesia dan perjalanan ke Lumajang. Hasil koordinasi kita dengan Kedutaan memang agak sulit, karena hampir setiap hari ada saja TKI yang sakit dan meninggal di Malaysia, dan memerlukan biaya untuk pemulangan ke tanah air,” kata Suharwoko kemudian.

Masih kata Suharwoko, selama ini TKI Illegal yang meninggal di Malaysia sering dipulangkan dengan cara gotong royong antara TKI sendiri. Bahkan ada juga yang mendapatkan bantuan dari majikannya.

“Kejadiannya sebenarnya sering, tapi biasanya biaya itu dibantu oleh majikannya, bahkan kadang ada teman-temannya yang membantu biaya secara patungan,” jelas Suharwoko lagi.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top