Polres Malang Waspadai Serangan Fajar saat Masa Tenang

Ilustrasi jajaran kepolisian saat melakukan apel gelar pasukan terkait upaya dalam rangka mengantisipasi serangan fajar, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Ilustrasi jajaran kepolisian saat melakukan apel gelar pasukan terkait upaya dalam rangka mengantisipasi serangan fajar, Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

PACITANTIMES, MALANG – Hiruk pikuk kampanye mulai surut, seiring memasuki masa tenang , Minggu (14/4/2019). Meski demikian, jajaran kepolisan terus bergerak aktif guna menangkal terjadinya potensi kecurangan saat pemilu berlangsung. Salah satunya praktik politik uang. “Beberapa waktu lalu kami sudah membentuk tim Satgas Anti Money Politics. Terhitung sejak memasuki hari tenang, tim sudah turun ke lapangan guna melakukan pengawasan. Salah satunya politik uang,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (15/4/2019).

Pihaknya mengaku bakal menindak tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran. Selain praktik politik uang, anggota polri yang akrab disapa Ujung ini, juga sudah menginstruksikan anggotanya guna menangkal terjadinya serangan fajar.

“Memasuki masa tenang hingga menjelang hari pencoblosan. Biasanya menjadi saat paling riskan terjadinya praktik serangan fajar. Jika memang tim yang bergerak dilapangan menemukan pelanggaran semacam itu, Polres Malang beserta Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bakal menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ujung.

Dalam rangka mensukseskan jalannya Pemilu (pemilihan umum) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) ini, Polres Malang juga sudah menyebar sedikitnya 500 banner di seluruh desa yang tersebar di Kabupaten Malang. “Banner tersebut berisi himbauan kepada masyarakat agar turut serta mensukseskan pesta demokrasi, dengan cara datang ke TPS untuk memanfaatkan hak pilihnya,” sambung perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini.

Rencananya, besok (Selasa) Polres Malang bakal mengelar apel Pergeseran Pasukan (Serpas) terkait Pam TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Lapangan Satyahaprabu Polres Malang. Setelah apel Serpas berlangsung, seluruh pasukan yang dilibatkan pengamanan akan langsung bergeser ke masing-masing TPS yang tersebar di Kabupaten Malang.

Tercatat, sedikitnya ada 890 personel Polri yang terlibat pengamanan Pemilu 2019. Jumlah tersebut sudah termasuk Padal atau perwira penanggungjawab. Tim yang dikerahkan akan bertugas menjaga di TPS, baik saat proses pengiriman logistik, maupun pencoblosan surat suara maupun ketika perhitungan pemungutan suara selesai. 

“Selain personel Polri, kami juga mendapat bantuan pengamanan dari TNI AD sebanyak 180 personel. Nantinya tim pengamanan juga bakal melibatkan Satpol PP dan PMK Kabupaten Malang," jelasnya.

Anggota polisi nomor satu di Kabupaten Malang ini, mengaku sudah melakukan pemetaan kerawanan saat pesta demokrasi digelar pada 17 april mendatang. Berdasarkan catatan kepolisian saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim lalu. Terdata sedikitnya ada 20 TPS yang masuk kategori rawan karena letak geografis. Sedangkan pada Pemilu 2019 ini, diperkirakan wilayah rawan karena letak geografis tersebut, hanya menyisakan 15 TPS.

"Tentunya kami sudah memiliki SOP (Standard Operating Procedure) tersendiri. Dimana wilayah yang masuk zona rawan bakal diterjunkan personel penjagaan yang lebih,” terang Ujung.

Rinciannya, jika TPS dikategorikan aman hingga normal, maka satu personel polisi bakal menjaga 10 hingga 15 TPS. Sedangkan yang masuk kategori rawan, nantinya satu personel polisi bakal menjaga 4 hingga 6 TPS. Dimana, terkait pengamanan ini juga bakal melibatkan peran Satlinmas.

Guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan dengan jumlah massa yang banyak, Polres Malang juga sudah mengambil langkah antisipasi dengan menyiagakan satu pleton personil di kantor Bawaslu dan KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang. Selain itu satu pleton personil Brimob di Polres Malang, serta satu pleton anggota TNI AD juga turut disiagakan.

"Jangan takut akan intimidasi dan ancaman dari pihak manapun. Kalau ada tindakan seperti itu, kami akan bertindak tegas. Polri dan TNI serta beberapa instansi terkait, menjamin jika Pemilu bakal berjalan aman,” ujar Ujung.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top