Dari Hobi Jadi Rezeki, Kue Lebaran Produksi Rumahan Banjir Pesanan

Produksi kue kering Lebaran skala rumah tangga bisa jadi alternatif bisnis di bulan Ramadan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Produksi kue kering Lebaran skala rumah tangga bisa jadi alternatif bisnis di bulan Ramadan. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PACITANTIMES, MALANG – Bulan Ramadan membawa peluang bisnis tersendiri bagi para penghobi masak, terutama pembuat kue kering. Dengan mengandalkan promosi di media sosial dan getok tular, beberapa produsen di Malang mengaku banjir pesanan. Meski diproduksi dalam skala rumahan, ibu-ibu bisa meraup untung hingga jutaan rupiah. 

Seperti pengalaman Endah Pujiwati, warga Jalan Laksda Adisucipto Gang Taruna III Kota Malang yang sudah lima tahun terakhir membuat kue-kue kering khusus menjelang Lebaran. Menggunakan merek Tiara Cake & Cookies, Endah mengaku awalnya menerima pesanan kue kering untuk mengisi waktu di kala puasa Ramadan. "Selain itu, juga untuk menyalurkan hobi masak-memasak," ujar Endah.
 

Saat ini, dia memproduksi setidaknya sembilan varian kue kering. Yakni nastar, kastengel premium, kastengel superpremium, kue mawar, semprit larut, sagu keju, kue kacang, putri salju, serta choco chips. Harganya dibanderol mulai Rp 110 ribu hingga Rp 155 ribu per kilogram. 

"Untuk nastar saya batasi menerima pesanan 30 kilogram saja karena selai nanasnya kan membuat sendiri. Semua dikerjakan sendiri, mulai persiapan bahan, pembuatan adonan, mencetak, mengoven hingga mengemas, kalau sudah overload, ya close order," tuturnya. 

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, lanjut Endah, dia mengakui ada kenaikan harga Rp 10 ribu untuk mengganti kemasan dari mika ke toples. "Banyak pelanggan yang suka karena aman dikonsumsi anak-anak karena tanpa pengawet. Tepungnya sebelum dibuat adonan disangrai dan diayak dulu. Kue juga baru dibuat dua hari sebelum pengantaran sesuai order pelanggan," paparnya. 

Hal senada disampaikan Endang Susilowati, salah satu rumah produksi kue kering yang terletak di kawasan Pondok Cempaka Indah, Tebo Selatan, Kota Malang. Pekan kedua Ramadan ini, Endang sudah mulai memproduksi kue-kue kering seperti kastengel, nastar, kue kacang, kue cokelat, dan putri salju. 

Endang mengaku sudah mulai membuka pesanan kue Lebaran sejak hari kedua puasa. "Pesannya sudah sejak awal, tapi kami baru mulai mengerjakan. Kami ingin menyajikan kue yang fresh kepada pelanggan," jelasnya. 

Hingga saat ini, Endang berhasil mendapatkan pesanan sebanyak 90 kilogram kue kering untuk kebutuhan lebaran. "Sementara tahun lalu, sekitar 200 kilogram untuk lima jenis kue. Kami menggunakan bahan-bahan yang berkualitas," papar dia. Nastar dan kastengel menjadi kue yang paling banyak diincar pelanggan. Dia juga menawarkan dua kemasan, yakni mika ukuran 300 gram dan 500 gram.

Untuk mengerjakan pesanan supaya tepat waktu di tangan pelanggan, dirinya dibantu oleh 5 orang tetangganya. "Saya yang bagian bikin adonan, yang lainnya bantu memberi toping dan masukkan ke toples. Harapannya, H-7 sebelum Lebaran, sudah sampai ke tangan pelanggan," pungkasnya.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top