Pantau Pembayaran THR, Disnaker Kota Malang Terjunkan 14 Tim

Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto saat ditemui usai sidak THR di PR Gandum. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Plt Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto saat ditemui usai sidak THR di PR Gandum. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PACITANTIMES, MALANG – Pemantauan pembayaran tunjangan hari raya (THR) sebagai kewajiban perusahaan terus dipantau oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang. Ada 14 tim yang ditugaskan untuk memantau sekitar 250 perusahaan sejak awal pekan ini. 
 

Plt. Kepala Disnaker Kota Malang Supranoto mengungkapkan, pemantauan tersebut dilakukan sekaligus untuk memberikan sosialisasi pada perusahaan. Pasalnya, pemerintah pusat telah menerbitkan aturan pembayaran THR maksimal 7 hari sebelum lebaran. 
 

"Kalau sampai H-7 lebaran tidak segera memberikan THR, akan kami laporkan ke pengawas di Disnaker Provinsi Jatim," kata Supranoto, hari ini (23/5/2019) di sela pemantauan pemberian THR di Pabrik Rokok (PR) Gandum Kota Malang. Dia menyebut, perusahaan yang tak kunjung memberikan THR pada lebaran tahun ini bakal kena teguran. 
 

Karyawan atau buruh yang tidak segera mendapatkan THR pun bisa langsung melapor pada Pos Pengaduan yang didirikan Disnaker Kota Malang. Dari laporan itu, pemerintah akan segera menindaklanjuti dengan menegur perusahaan yang tak kunjung memberikan THR pada karyawannya. 
 

Pos pengaduan tersebut, sambungnya, beroperasi sejak awal pekan ini hingga H-1 lebaran mendatang. "Karyawan yang belum dapat THR bisa langsung lapor ke posko, nanti akan ada tindak lanjut. Kami beroperasi pada jam kerja," tuturnya. 
 

Pada lebaran tahun ini, Disnaker Kota Malang melakukan pemantauan pada 250 perusahaan. Setiap harinya, personel yang terbagi dalam 14 tim itu  disebar untuk memantau setiap perusahaan. Dari hasil pemantauan, sejauh ini beberapa perusahaan telah mematuhi aturan pemberian THR, salah satunya di Pabrik Rokok (PR) Gandum. "Kalau di sini (PR Gandum) sudah tertib sesuai aturan," ungkap Pranoto.
 

Kepala Bagian Umum dan SDM PR Gandum, Yohanes E Suparja mengatakan, di perusahaannya, THR telah dicarikan pada 21 Mei lalu. Nilainya pun sama dengan satu kali nilai gaji setiap bulannya. "Soal waktu dan nilai kita upayakan di atas satu kali upah sebulan," ujarnya.
 

"Sudah dicairkan dua hari lalu supaya karyawan tenang dan tetap semangat bekerja di sisa waktu sebelum lebaran," lanjut Yohanes. Di pabrik rokok yang terletak di Kecamatan Sukun ini, terdapat 2.751 karyawan. Mereka akan diliburkan saat cuti bersama hari raya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top