Pelihara Hewan Ini, Kalian Bisa Dijebloskan ke Penjara

Tupai Ekor Merah (istimewa)
Tupai Ekor Merah (istimewa)

PACITANTIMES, MALANG – Hewan adalah makhluk hidup yang sudah sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari, dan dari sekian banyak hewan yang hidup di dunia, jenis dan bentuknya sangat beragam.

Selain itu fungsi dari hewan juga mampu menunjang kehidupan manusia, seperti sering dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan dijadikan tenaga bantuan untuk menolong manusia misalnya sebagai kendaraan, contohnya kuda, unta, ataupun keledai.

Banyak manusia yang berinisiatif memelihara beberapa hewan dirumahnya, lantaran beberapa hewan dianggap sebagai sahabat atau pun penjaga manusia.

Tapi di dunia ini, hampir semua negara terdapat undang-undang yang mengatur tentang larangan hewan yang bisa dijadikan peliharaan.

Tentu dibalik undang-undang itu semua menyimpan alasan yang kuat dan akan kita ungkap lebih lanjut. Berikut hewan yang dilindungi dan dilarang untuk dipelihara.

1. Burung Hantu

Kalau kita datang ke pasar hewan, burung hantu biasanya sangat mudah ditemui dan diperjualbelikan oleh para pedagang hewan.

Padahal satwa satu ini sudah tergolong hewan dilindungi dan tidak disarankan untuk dipelihara oleh perorangan.

Organisasi Peduli Burung Hantu mengatakan hewan yang memiliki mata tajam itu seharusnya bukan untuk dipelihara, karena hewan tersebut termasuk satwa liar.

Burung Hantu yang diperdagangkan di ambil langsung dari alam, jika burung itu terus diperjual belikan untuk jadi hewan peliharaan maka keberlangsungan hidupnya dan populasi burung hantu akan terancam.

Kebanyakan pemelihara burung hantu tidak memperhatikan kesejahteraan hewan, misalnya burung hantu yang besar di simpan dalam kandang yang sempit, sering juga kandang dibiarkan kotor.

Sehingga bisa membuat burung hantu jadi stress, karena burung hantu merupakan hewan yang bersih. Belum lagi saat pemiliknya memberi makan buah-buahan padahal burung hantu adalah karnivora.

2. Pinguin

Sedikit orang-orang yang sadar kalau binatang ini terancam punah, karena perubahan iklim dan pemancingan besar-besaran di Samudera Antartika.

Ya, Pinguin adalah satwa yang dilindungi tapi kapal-kapal raksasa nelayan banyak menyedot dan menangkap banyak sekali Krill yaitu hewan sejenis udang yang merupakan makanan Pinguin.

Samudera Antartika juga semakin kotor karena asam akibat tumpahan minyak, dan hal ini juga yang membuat populasi Krill sebagai santapan Pinguin berkurang.

Meskipun jelas-jelas terancam punah, tapi usaha untuk membuat wilayah konservasi di tolak oleh China, Rusia dan Norwegia.

Dari 18 spesies Pinguin 13 diantaranya terancam punah dan butuh perlindungan khusus.

3. Beruang Madu

Beruang Madu atau bernama ilmiah Helarctos Malayanus adalah spesies Beruang paling kecil yang ada di dunia. 

Spesies ini terhitung paling jarang dipelajari dan hanya bisa ditemukan di hutan-hutan tropis sepanjang Asia Tenggara termasuk dikawasan hutan Sumatera dan Kalimantan.

Sejak tahun 1973, pemburuan hewan ini sudah dilarang di Indonesia karena populasinya mulai terancam seiring berkurangnya habitat aslinya dihutan.

Karena saking berharganya Beruang Madu ditetapkan jadi maskot resmi dari kota Balikpapan pada tahun 2002.

Mungkin masih banyak yang belum tahu soal informasi ini, nyatanya beruang madu masih sering diburu dan dibunuh sampai detik ini.

4. Tupai Ekor Merah

Bajing terbang jawa atau Bajing terbang merah adalah salah satu hewan mamalia yang punya kemampuan terbang.

Meskipun kemampuan terbang yang dimiliki bajing terbang ekor merah ini lebih tepat jika disebut sebagai kemampuan melayang bukan terbang.

Nama latin dari hewan ini adalah Lomys Horsfieldii dan dalam bahasa Inggris Bajing dikenal sebagai Javanese Flying Squirel.

Bajing terbang ekor merah adalah salah satu hewan asli Indonesia dan merupakan hewan yang dilindungi di Indonesia. Berdasarkan peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999.

5. Orang Utan

Orang utan adalah salah satu bangsa kera yang sangat mirip dengan manusia, tapi diseluruh dunia jumlah orang utan terus menyusut dan berkurang.

Sampai saat ini populasi orang utan hanya tersisa sekitar 55.000 individu saja, banyak diantaranya yang hidup di Pulau Kalimantan dan 200 lainnya di Pulau Sumatra.

Jumlah orang utan yang terus menyusut diakibatkan populasi mereka yang butuh hutan lebat, tidak hanya itu habitat mereka direbut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk pembukaan lahan paksa.

 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top