Ini Sanksi dari Pemkot Blitar Bagi Warga yang Jual Rastrada

Ilustrasi.(Foto : google images)
Ilustrasi.(Foto : google images)

PACITANTIMES, BLITAR – Beras sejahtera daerah (rastrada) dari Pemkot Blitar yang diberikan kepada masyarakat atau keluarga penerima manfaat (KPM) diduga diperjualbelikan. Padahal, pemkot melarang beras sejahtera itu untuk dijual.

Dugaan praktik jual beli rastrada itu diendus oleh Pemkot Blitar. Pemkot menerima informasi bahwa ada warga yang menjual beras gratis tersebut. “Kami mendapat informasi ada yang dijual. Kami sedang menelusurinya,” ungkap Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar Priyo Istanto.

Dia mengatakan, dugaan praktik jual beli beras sejahtera kini sedang ditelusuri oleh timnya. Dinas masih mencari oknum warga yang menjual beras sejahtera. “Sedang kami lakukan pengecekan. Kalau sudah ketemu identitasnya akan kami coret dari daftar penerima,” tegasnya.

Menurutnya, oknum warga yang menjual beras sejahtera itu dinilai sudah tidak membutuhkannya. Bisa jadi warga tersebut sudah mampu secara ekonomi.

Dengan begitu, dinas akan mencoret oknum warga dari daftar KPM. “Kami akan alihkan ke warga lain yang membutuhkan. Perlu diketahui, beras ini sangat layak dikonsumsi. Kalau dijual, berarti tidak membutuhkan lagi,” imbuhnya.

Terkait oknum warga dari kelurahan mana yang menjual beras sejahtera itu dinsos belum mengetahui pasti. Dinsos kini sedang menelusuri ada beberapa warga yang menjualnya. “Saya belum tahu. Nanti kalau sudah tahu, kami proses,” ujarnya.

Apakah tahun lalu ditemukan warga yang menjual beras sejahtera, jelas Priyo, disinyalir ada. Namun, tahun lalu pihaknya belum mengawasinya secara serius. Baru tahun ini dinsos baru mengawasinya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Blitar Santoso sangat menyayangkan ada beras sejahtera yang dijual warga. Beras yang seharusnya bisa meringankan kebutuhan pokok, tetapi malah dijual. “Kalau memang ada warga yang menjual, akan dicoret. Itu berarti sudah tidak butuh,” terangnya.

Dia mengungkapkan, tujuan pemkot memberikan beras sejahtera untuk meringankan beban warga kurang mampu. Terutama dalam kebutuhan pokok berupa beras. “Beras ini kami berikan 40 kilogram sekaligus per warga selama empat bulan. Ini kan bisa jadi stok mereka. Kalau dijualkan mereka tidak punya stok lagi,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top