Kementerian Kominfo: Indonesia Harus Jadi "Smart Nation"

Staf Ahli Kementerian Kominfo RI Heri Abdul Aziz  (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Staf Ahli Kementerian Kominfo RI Heri Abdul Aziz (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

PACITANTIMES, MALANG – Pergerakan mewujudkan kota/kabupaten di wilayah Indonesia berbasis smart city bukanlah semata-mata untuk kepentingan daerah. Namun, keberadaan setiap wilayah dengan mengusung kreativitas berbasis teknologi ini juga turut menjadi perhatian pemerintah pusat.

Ya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menargetkan Indonesia akan menjadi wilayah negara kreatif "smart nation". Meskipun, mewujudkan itu semua masih harus perlahan dengan menjadikan semua daerah di Indonesia "smart city".

"Target besar Kementerian Kominfo tentunya smart nation ya. Tapi saya tidak bisa katakan besok atau kapan untuk hal itu," ujar Staf Ahli Kementerian Kominfo RI Heri Abdul Aziz kepada MalangTIMES.

Menurut dia, mewujudkan smart nation tidak bisa hanya di dasarkan saja pada pemerintah pusat. Semua kepala daerah harus turut serta berkontribusi untuk hal itu.

"Oh iya, memang dari daerahnya dulu. Definisi smart nation memang belum sampai muncul atau tahapannya seperti apa. Tapi kami membayangkan sebuah kecerdasan itu kalau level bawahnya sudah cerdas, ke atasnya juga akan cerdas," imbuhnya.

Saat ini Kementerian Kominfo terus memfokuskan diri untuk menjadikan setiap daerah yang ada di Indonesia menuju wilayah smart city. Salah satunya yakni Kota Malang, yang diapresiasi untuk segera mewujudkan smart city dengan mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) No 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kebijakan tersebut menyatakan seluruh instansi pemerintah wajib menerapkan SPBE atau yang lebih dikenal dengan e-government.

"Smart city itu katakan saja mendukung peningkatan kecerdasan suatu kabupaten/kota. Setidakya untuk saat ini di atas kertas sudah ada 100 kabupaten/kota. Dan Kota Malang saya apresiasi karena siap melakukan implementasi dengan SPBE itu," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top