Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh dan Halal Center, Gubernur Khofifah Harapkan Pesantren jadi Leading Sector Makanan Halal

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (baju putih berjilbab) saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (baju putih berjilbab) saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

PACITANTIMES, MALANG – Lantunan selawat menandai peletakan batu untuk Pembangunan Masjid Bahrul Maghfiroh di Jl Joyo Agung No. 2 Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu, (14/7). 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkesempatan meletakkan batu pertama kali ini.

Desain untuk pembangunan masjid ini akan menghadirkan sebanyak 9 menara, satu di antaranya setinggi 45 meter. 

Kemudian bangunan masjid juga akan tahan gempa hingga 200 tahun kedepan.

"InsyaAllah bersama para arsitek kita sudah menyiapkan bagaimana konstruksi masjid itu. Menurut saya konsep ini out of the box dengan konsep bangunan anti gempa. Maka pesantren ini akan menjadi referensi, bagaimana sebuah masjid yang bagus akan menghadirkan santri - santri yang bagus," ujar Khofifah.

Tak hanya itu, kedatangannya juga sekaligus untuk meresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Halal Center milik Pesantren Bahrul Maghfiroh. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan LPH dan Halal Center di Pesantren Bahrul Maghfiroh

Menurutnya, pusat Halal Center itu tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat tapi juga kebutuhan Pemprov Jatim. 

"Akan disiapkan pusat halal center di sini. Oleh karena itu harapan kami semua adalah kalau membangun masyarakat Indonesia yang sehat lahir batin, jasmani dan rohani, maka yang harus dijaga beberapa diantaranya makanan halal, sumbernya halal, dan prosesnya juga halal," imbuhnya.

Dengan dibangunnya masjid Bahrul Maghfiroh, kemudian LPH dan Halal Center tersebut pihaknya menginginkan ke depan Pesantren Bahrul Maghfiroh ini bisa menjadi leading sector (sektor unggulan) menuju konsep makanan halal.

Apalagi, untuk menyatakan sebuah makanan tersebut masuk kategori halal tidak cukup hanya masuk kelembagaan saja. Melainkan harus ada survei terkait bagaimana proses penyembelihan hewan untuk daging sapi atau ayam apakah sudah sesuai dengan kategori halal itu.

"Jadi ini adalah sesuatu yang memberikan signifikansi bagaimana membangun karakter bangsa dimulai dari sesuatu yang signifikan. Hari ini kami akan terkaget-kaget bagaimana Tokyo bisa menjadi kota yang menginisiasi halal food/snack. Mudah - mudahan Bahrul Maghfiroh bisa menjadi leading sector-nya. Jadi ada banyak hal yang kami memang harus belajar, tetap harus berbenah dan kami siap untuk melakukan improvement dibanyak lini," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pacitantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pacitantimes.com | marketing[at]pacitantimes.com
Top