Bedak yang menjual burung milik Muhammad dibobol maling (Agus Salam/Jatim TIMES)
Bedak yang menjual burung milik Muhammad dibobol maling (Agus Salam/Jatim TIMES)

Masih ingat aksi pembobolan bedag burung di Pasar Burung, Kelurahan Jati Kamis (26/7/2018) lalu.

Pelakunya, sudah ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Probolinggo Kota. Nama pelaku adalah I Nengah Serege (63) asal Pekandelan Desa, Kesiman, Denpasar Timur.

Pelaku ditangkap Kamis sore harinya, di dekat pasar burung jati di rumah salah satu rekannya, sesat setelah tiba dari Pasar Sepanjang, Kabupaten Probolinggo.

Burung hasil curiannya, langsung dijual ke pasar Sepanjang, Sidoarjo dan ia mengaku memperoleh uang Rp700 ribu. Ia ditangkap tanpa perlawanan dan uang hasil penjualan burung curoiannya, dijadikan barang bukti.  

Tertangkapnya, I Nengah Serege, diungkap Kasat Reskrim Polresta, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto, Minggu (29/7) siang. Terungkapnya pelaku pencurian berawal dari keterangan anak pemilik burung yang hilang Muhammad (44).

Disebutkan, pelaku ngojek atau minta antar ke sekelompok pemuda yang malam itu tengah cangkrukan di selatan pasar burung.

“Istilahnya ngojek. Minta antar ke terminal bus. Yang ngantar teman anaknya korban. Kalau sepeda motornya, milik anak Muhammad,” jelasnya.

Pemuda yang bergerombol di timur rel KA tersebut, bukan tukang ojek, tapi sekedar cangkrukan. Karena ada yang meminta antar, mereka bersedia diantar ke terminal bus sesuai permintaan pelaku.

Kala itu, anak Muhammad dan rekan-rekannya tidak curiga kelau yang kerdus yang ditenteng itu, berisi burung bapaknya.

“Mereka kan tidak mendengar dan tidak tahu, kalau pasar burung kebobolan. Jasi mereka tidak curiga dengan pelaku. Burungnya kan dipindah ke kardus, bukan diambil sama sangkarnya,” tandasnya.

Informasi tersebut, kemudian ditindaklanjuti. Salah satu petugas, kemudian mencari tahu keberadaan pelaku. Berkat ciri-ciri yang disampaikan anak korban, begitu pelaku datang dan berada tak jauh dari pasar burung, langsung ditangkap.

Akibat perbuatannya, pelaku yang asal Bali dan memiliki istri di Kelurtahan Mayangan, dijerat pasal 363 dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Pelaku bilang puluhan burung yang dicuri hanya laku Rp700 ribu. Kami jerat pasal 363 KUHP,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada kamis (26/7) lalu, Sejumlah bedag pasar burung di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, di rusak. Dari enam bedag yang dibobol, hanya satu yang bedag yang berhasil dimasuki, yakni kios milik Muhammad (44) warga Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih.

Sekitar 40 burung berbagai jenis dicolong dari sejumlah sangkarnya dan dimasukkan ke dalam kardus oleh pelaku. Akibatnya, korban merugis sekitar Rp 25 Juta.

Muhammad mengatakan, Sekitar pukul 05.00, ia mendapatkan kabar dari rekanya, kalau bedaknya terbuka. Iapun langsung mendatangi bedagnya. Dan ternyata benar, puluhan burung  seperti, lovebird, Perkutuk, Siot, Poksai, Catcar diambil dari sangkarnya.

Mendapat kabar ada aksi pencurian burung, skitar pukul 08.00 tim identifikasi Polres Probolinggo Kota tiiba di  lokasi kejadian. Tidak sampai 24 jam, pelaku akhirnya ditangkap.