Abdul Wahab Adinegoro, penasehat Hukum nasabah koperasi yang melapor ke Pengadilan Niaga Surabaya (Agus Salam.Jatim TIMES)
Abdul Wahab Adinegoro, penasehat Hukum nasabah koperasi yang melapor ke Pengadilan Niaga Surabaya (Agus Salam.Jatim TIMES)

Tak hanya dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota dan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur, Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Perkasa (MP) Jawa Timur (Jatim) juga dilaporkan ke Pengadilan Niaga Surabaya. 

Pelapornya 2 anggota KSU MP yakni, Suroso dan Sunarmi yang menunjuk Abdul Wahab Adinegoro dan rekan sebagai Penasehat Hukum (PH)nya. 

KSU yang berkantor di Jalan raya Panglima Sudirman (Pangsud) Kota Probolinggo itu, dilaporkan ke Pengadilan Niaga Surabaya.

Hal tersebut diungkap Abdul Wahab di kantornya, jalan Suyoso Nomor 2B Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Rabu (28/5) siang. 

Ia mengaku, sudah melaporkan KSU MP, Welly Sukarto dan pengurus koperasi lainnya ke Pengadilan Niaga Surabaya. 

“Kami sudah mengajukan permohonan pailitnya, Senin (25/5) kemarin,” tandasnya .

Jalan tersebut ditempuh, agar dana anggota atau nasabah yang nyantol di koperasi, kembali ke nasabah. 

Mengingat, selama ini kasus tersebut tidak jelas, sehingga nasabah resah. 

Bapak yang akrap disapa Wahab ini menyebut, Welli Sukamto sebagai ketua koperasi tanggungjawabnya tidak jelas. 

“Membayarpun tidak. Bahkan pak Wely tidak pernah berjanji kapan uang nasabah mau dicairkan,” tambahnya.

Berbekal ketidakpastian itu, akhirnya 2 anggota koperasi mengajukan permohonan kepailitan dan Abdul Wahab sebagai penasehat hukumnya.  

Menurutnya, jalur yang ditempuh saat ini tidak hanya untuk kliennya, tetapi demi kenyamanan seluruh anggota koperasi. 

Sebab, jika nantinya pengadilan Niaga mem-pailitkan koperasi, maka uang nasabah akan terbayar.

Dijelaskan, nantinya Pengadilan Niaga akan menunjuk sejumlah oranh untuk menjadi curator. Kurator terebut lanjut Wahab yang akan mengambil alih koperasi. 

Posisi curator berada ditengah, tidak condong ke pengurus atau ke anggota koperasi. 

“Kurator itu yang akan menyelesaikan persoalan yang ada di dalam koperasi,” ungkapnya.

Diantaranya, menghitung dan mengidentivikasi kekayaan dan pituang koperasi seperti asset yang dimiliki. 

Kurator juga yang akan menagih piutang koperasi atau dana yang dipinjam nasabah. 

Selama ini kata Wahab, dana koperasi tidak jelas ada dimana dan siapa yang meminjam (Piutang). 

Tak hanya itu, asset milik KSU MP Jatim itupun tidak diketahui. “Kirator ini nantinya yang akan menelusuri,” katanya.

Termasuk yang akan menjual asset yang hasilnya akan dibayarkan atau dicairkan ke nasabah. 

Begitu juga dengan piutang, curator itulah yang akan menagih ke kreditur atau peminjam. 

Dengan demikian, persoalan atau permasalahan dana anggota nantinya bisa diatasi. 

“Kurator yang akan menyelesaikan persoalan yang ada di koperasi. Kalau diurus pengurus koperasi, tidak akan selesai sampai kapanpun,” pungkasnya.

Saat dikonfirmas terkait pengajuan kepailitan, seluler Wely Sukarto, ketua KSU MP Jatim tidak aktif. 

Sementara Alwasi, salah satu pengurus koperai mengatakan, akan menelpon balik, saat berjumpa atau ketemu Welly. 

Ia kemudian mjengatakan, kalau hal serupa juga pernah dilakukan salah satu nasabah koperasi yang tinggal di Lumajang. 

Namun, pengajuan pailit nasabah lumajang tersebut, ditolak pengadilan Niaga Surabaya. 

“Ini sudah pernah dilakukan nasbah Lumajang. Tapi ditolak oleh Pengadilan Niaga. Dimenangkan Pak Welly,” katan Al Wasis singkat.