Ilustrasi.(Foto : Google Images)

Ilustrasi.(Foto : Google Images)



Besaran bantuan anggaran untuk peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 tidak sama. Itu tergantung jumlah penduduk atau pemilih di setiap peserta pilkades ini.

Kabag Pemerintahan Kabupaten Blitar Bambang Dwi Purwanto mengatakan, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) telah disediakan anggaran persediaan untuk pilkades serentak dengan nilai Rp 50 juta per desa.

Anggaran tersebut masuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) kecamatan. “Tapi bukan berarti itu nanti satu desa dapat Rp 50 juta,” kata Bambang.

Dia menjelaskan, anggaran yang ada dalam DPA kecamatan tersebut digunakan untuk menyukseskan pilkades di tingkat kecamatan. Artinya, tidak berarti satu desa bakal mendapat jalan Rp 50 juta, bisa kurang atau bahkan lebih yang akan diterima desa. Hal itu tergantung dengan jumlah pemilih serta jumlah personel panita pelaksana pilkades. Misalnya, panitia di tempat pemungutan suara (TPS). 

“Istilah kami nggendong ngindit. Jadi anggaran yang ada di kecamatan tersebut digunakan untuk kesuksesan pilkades di kecamatan setempat,” jelasnya.

Bantuan anggaran pelaksanaan pilkades serentak ini sudah jelas peruntukannya. Salah satunya untuk honorarium penyelenggara pemilihan, mulai panitia tingkat kecamatan, panitia tingkat desa, dan panitia pendaftaran pemilih (pantarlih).

Selain itu, anggaran tersebut diharapkan bisa mengurangi beban desa pelaksana pilkades serentak dalam hal pengadaan logistik. Semisal surat suara, bilik, kotak suara, dal hal-hal lain yang berkaitan dengan logistik pemilihan. “Terakhir, untuk mobilitas logistik dari kecamatan ke setiap desa, berikut ketika proses pengembaliannya nanti,” jelasnya.

Adapun terkait dengan keamanan selama penyelenggaraan pilkades serentak ini, juga dianggarkan khusus dalam DPA satpol PP. Tak terkecuali akomodasi atau honorarium bagi linmas kecamatan juga termasuk dalam anggaran keamanan di satuan tersebut. “Sedangkan yang APBDes, dibebani kelengkapan pada saat penyelenggaraan pilkades. Misalnya sewa tenda, meja, kursi, hingga pengeras suara,” tuntasnya.(*)


End of content

No more pages to load