Ilustrasi ujian nasional. (Foto: istimewa)
Ilustrasi ujian nasional. (Foto: istimewa)

Berkenaan dengan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

Hal ini tertera dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Dalam surat yang diteken oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tersebut tertulis bahwa kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

"UN Tahun 2020 dibatalkan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian 2020 bagi Sekolah Menengah Kejuruan," ujar Nadiem.

Dengan dibatalkannya UN Tahun 2020 tersebut, maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara, proses penyetaraan bagi lulusan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C akan ditentukan kemudian.

Lantas bagaimana menentukan kelulusan bagi siswa? Nadiem menegaskan, yang tidak boleh dilakukan adalah Ujian Sekolah dengan tatap muka dalam ruang kelas.

"Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini," tegasnya.

Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Sebagai catatan, Ujian Sekolah kali ini tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Sebab, dengan adanya kebijakan belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19, proses belajar secara online disadari belum optimal. Sehingga, bisa jadi ada sejumlah materi yang belum tersampaikan kepada seluruh siswa dan belum bisa diujikan.

"Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa," timpalnya.

Akan tetapi, bagi bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah, berlaku ketentuan sebagai berikut, disalin dari surat edaran Mendikbud yang diterima MalangTIMES.com, Selasa (24/3/2020).

1. Kelulusan SD

Kelulusan SD/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

2. Kelulusan SMP dan SMA

Kelulusan SMP/sederajat dan SMA/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

3. Kelulusan SMK

Kelulusan SMK/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.