Bupati Lumajang dalam konferensi pers pada hari ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang dalam konferensi pers pada hari ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Bupati H. Thoriqul Haq dan Sekda Lumajang Drs. Agus Triono pada hari ini, Senin (30/3) mengumumkan rencana pemotongan gaji ASN di Lumajang, yang dananya akan digunakan untuk disumbangkan bagi masyarakat yang terdampak akibat tanggap darurat corona di Lumajang.

Menurut Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq sumbangan akan diberikan dalam bentuk beras. Untuk proses ini, Pemkab Lumajang akan melibatkan unsur pemerintahan desa untuk memetakan siapa yang akan menerima bantuan ini. 

Berdasarkan edaran yang dikeluarkan Sekda Lumajang pada hari ini, potongan itu akan berbeda pada masing-masing golongan ASN, dan hanya akan diberlakukan bagi ASN yang sudah berstatus PNS, sedangkan untuk tenaga kontrak atau honorer tidak akan dikenakan pemotongan ini.

"Dalam perhitungan kami, untuk bulan april ini saja kita akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,3 Milyar. Semuanya akan kita sumbangkan untuk mereka yang benar-benar terdampak akibat darurat corona ini," kata Sekda Drs. Agus Triono, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 (GTP4 Covid) Lumajang.

Ketika ditanya siapa mereka yang akan menerima, Sekda Lumajang menguraikan, penjual makanan yang biasanya berjualan di sekolah, karena libur, maka mereka tidak bisa berjualan.

"Kurang lebih kriterianya begitu. Kalau mereka biasanya berjualan di sekolah, sekarang kan tidak bisa jualan lagi. Mungkin juga guru les rumahan, sekarang les-nya kan jadi libur, karena sekolahnya libur. Mereka ini bisa disebut terdampak dan kelompok masyarakat lainnya yang memang layak untuk mendapatkan bantuan ini," kata Sekda Lumajang kemudian.

Sementara tentang potongan itu sendiri akan diberlakukan Rp 50 ribu untuk PNS Golongan 1. Sedangkan Golongan 2 Rp 100 ribu, Golongan 3 Rp 150 ribu, dan golongan 4 akan dipotong Rp 250 ribu.

Walau demikian Bupati Lumajang memberikan kesempatan kepada ASN di Lumajang untuk menyumbang lebih dari ketentuan tersebut.

"Ya kalau Kepala Dinas dan kepala OPD bisa saja nyumbang lebih untuk keperluan ini," tutur Bupati Lumajang, sembari menyatakan bahwa pemotongan ini akan dilakukan hanya pada gaji bulan April 2020.